CIRI-CIRI FISIK DAN CONTOHNYA
Cerita fiksi memang memiliki sifat yang unik sebagai karya sastra, salah satunya
menghibur pembaca. Selain itu cerita fiksi juga memiliki wadah imajinasi yang
lebih besar untuk para penikmatnya. Itulah sebabnya cerita fiksi juga banyak
disebut cerita yang sangat imajinatif. Dari sifatnya yang imajinatif itu artinya
cerita fiksi juga memiliki beragam bentuk dan jenis yang sangat luas. Mulai dari
cerita fiksi ilmiah, sejarah, pendidikan, yang memang berdasarkan pada
kefaktualan. Jadi cerita fiksi tidak hanya berdasarkan pada khayalan penulisnya
saja. Keluasan definisi fiksi ini tetap memiliki karakternya sendiri yang bisa
kita amati dari ciri-ciri struktur teksnya, unsur teks, dan kaidah
kebahasaannya. Untuk memahami cerita fiksi, berikut ini penjelasan tentang
pengertian, struktur, ciri-ciri, unsur teks, kaidah kebahasaan, dan contoh
cerita fiksi yang perlu Grameds ketahui ketika belajar tentang teks cerita
fiksi: Pengertian Cerita Fiksi Teks cerita fiksi adalah karya sastra yang memuat
cerita fiksi atau berdasarkan fantasi “fantasi” berbasis imajinasi yang bukan
pada kejadian yang sebenarnya, tetapi hanya mengandalkan imajinasi atas
pengalaman faktual pengarang. Imajinasi pengarang diolah atas dasar penilaiannya
terhadap berbagai peristiwa pengalaman, wawasan, pandangan, interpretasi, ilmu
pengetahuan, realitas dan peristiwa yang murni fiktif. Teks cerita fiksi
merupakan sejenis cerita fiksi yang kurang lebih realistis. Cerita fiksi
bergantung pada imajinasi dan kreativitas narator. Fiksi biasanya menggambarkan
kumpulan cerita yang dibumbui dengan peristiwa, pengalaman manusia, atau
imajinasi dan kreativitas penulis. Ciri-ciri Cerita Fiksi Berdasarkan
praktiknya, cerita fiksi memiliki karakter dan ciri khasnya sendiri sebagai
karya sastra, seperti berikut ini: Bersifat imajinasi dari berbagai pengarang
Tidak ada nilai kebenaran relatif atau absolut. Secara umum, bahasa yang
digunakan adalah sugestif Tidak ada klasifikasi standar Secara umum cerita fiksi
ini bercerita tentang perasaan pembaca, bukan nilai logika melainkan emosi
Setiap cerita memiliki pesan moral, yaitu misi tertentu Jenis Cerita Fiksi
Dengan cakupannya yang luas, cerita fiksi memiliki beberapa jenis bentuk teks,
seperti berikut ini: Novel : Sebuah karya prosa dari sebuah cerita tertulis
Cerpen : Bentuk prosa dari cerita fiksi yang tujuannya cenderung padat dan
langsung Unsur-Unsur Pada Teks Cerita Fiksi Sama seperti jenis teks yang lain,
cerita fiksi juga memiliki unsur-unsur, yakni unsur intrinsik yang ada dalam
teks dan unsur ekstrinsik yang berasal dari luar teks itu sendiri, seperti
berikut ini: Unsur Intrinsik Cerita Fiksi Tema, gagasan umum yang mendukung
suatu karya sastra dan terkandung dalam teks Tokoh, yaitu pelaku karya sastra.
Dari segi peran, karya sastra dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu tokoh
utama dan tokoh pendukung Alur cerita adalah jalan cerita yang memuat rangkaian
peristiwa. Namun, setiap peristiwa hanya dihubungkan oleh sebab dan akibat,
terjadinya suatu peristiwa, atau terjadinya yang lain Konflik, atau peristiwa
yang dianggap penting, merupakan unsur yang sangat diperlukan dalam pengembangan
plot Klimaks, ketika konflik mencapai intensitas tertinggi dan tak terelakkan
Setting, yaitu tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat berlangsungnya
peristiwa yang dikisahkan Penokohan, solusi pengarang terhadap masalah karya
sastra Perspektif, cara pandang pengarang sebagai sarana untuk menyajikan kepada
pembaca tokoh, alur, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita suatu
karya fiksi Karakteristik, yaitu teknik atau metode untuk mengekspresikan
karakter. Unsur Ekstrinsik Cerita Fiksi Keadaan subjektif individu pengarang
yang memiliki sikap Keyakinan Pandangan hidup yang mempengaruhi karyanya
Psikologi juga mempengaruhi karya sastra, baik berupa psikologi otoritatif
seperti ekonomi, politik, maupun sosialisme Pandangan hidup masyarakat Berbagai
karya seni lainnya yang saling berkaitan Struktur Teks Cerita Fiksi Struktur
cerita pendek, tidak jauh berbeda dengan struktur teks cerita fiksi. Struktur
cerita fiksi terdiri dari enam struktur berikut ini: Orientasi meliputi subjek,
latar belakang subjek, pengenalan tokoh, awal, dan penjelasan cerita fiksi novel
Kompleksitas adalah klimaks dari teks cerita fiksi, karena berbagai masalah
mulai muncul di bagian ini, dan kompleksitas novel biasanya menjadi daya tarik
pembaca Rating adalah bagian dari teks novel yang berisi pemecahan suatu masalah
atau pembangkitan suatu pembahasan tentang pemecahannya Pemecahan adalah bagian
yang mencakup pemecahan masalah inti yang dihadapi dalam cerita Koda
(Reorientasi) berisi Penokohan dan pesan moral positif yang dapat digali dari
naskah teks teks. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa cerita fiksi
dari teks novel hanya memiliki struktur berupa evaluasi, orientasi, solusi, dan
kompleksitas. Kaidah Kebahasaan Cerita Fiksi Untuk dapat membedakan teks fiktif
dari teks lain, Grameds perlu mengetahui tiga kaidah kebahasaan dalam cerita
fiksi seperti berikut ini: Metafora adalah simile yang sering digunakan untuk
membandingkan objek atau menjelaskan secara langsung dengan sifat yang sama
Metonimia adalah gaya bicara yang digunakan, di mana kata-kata tertentu
digunakan menggantikan kata-kata yang sebenarnya, tetapi penggunaannya hanya
berlaku untuk kata-kata yang terkait erat Simile (persamaan) digunakan sebagai
pembanding yang bersifat eksplisit dengan maksud menyatakan sesuatu hal dengan
hal lainnya, seperti contohnya: seumpama, selayaknya, laksana. Contoh Cerita
Fiksi Setelah mengetahui tentang pengertian, jenis, struktur, ciri-ciri, unsur,
dan kaidah kebahasaan pada teks cerita fiksi, Grameds dapat memperhatikan contoh
cerita fiksi berikut ini sebagai referensi: 1. Contoh Cerita Fiksi Untuk Anak
Dikejar Anjing Anton, Doni dan Budi merupakan 3 sekawan yg tak jarang
menghabiskan waktu mereka ketika sore hari buat bermain sepeda. Mereka selalu
berkelana dan mencoba loka – loka baru buat dijelajahinya. Kalau istilah yang
disebut Doni, ini namanya petualangan misalnya seperti yang ada televisi. Suatu
sore, mereka kebingungan buat mencari rute baru yang ingin mereka coba jelajahi.
Pasalnya, seluruh gang-gang dan rute kompleks di dekat rumah mereka telah mereka
masuki semua. Budi pun memberi pandangan baru buat menjelajahi kompleks pabrik
yang terdapat di luar kompleks perumahan. Pada awalnya, pandangan baru Budi ini
tidaklah disetujui oleh Doni lantaran ibunya selalu berpesan supaya tidak
bermain terlalu jauh dari kompleks perubahan. Tetapi atas persetujuan Anton dan
Budi, Doni pun akhirnya terpaksa ikut. Mereka bersepeda dengan riang dan merasa
tertantang lantaran pertama kalinya bermain di luar kompleks mereka dan pergi
relatif jauh. Saat mereka akan memasuki kompleks pabrik, tiba-tiba mereka
mendengar bunyi gonggongan anjing yg sangat nyaring. Mereka berhenti dan melihat
terdapat seekor anjing yg lehernya tidak terikat di belakang pohon Rupanya
anjing ini merupakan anjing yg dipelihara pada dekat pabrik buat mengamankan
pabrik pada saat hari Minggu. Anton, Doni dan Budi pun bergegas mengayuh sepeda
sekuat energi lantaran anjing tadi berlari mengejar mereka. Mereka bertiga
berteriak minta tolong dan mengayuh sepeda sekencang yang mereka bisa. Hingga
sampai di area kompleks perubahan mereka, untungnya anjing itu tidak lagi
mengejar mereka. Doni pun menyesal lantaran tidak mematuhi perintah ibunya. 2.
Contoh Cerita Fiksi Pendidikan Mengejar Mimpi Prasetya adalah seorang siswa
sekolah dasar dari daerah terpencil di Indonesia. Dia tinggal di desa yang
sangat sepi di ujung Kalimantan. Kehidupan penduduk desa sangat sederhana dan
jauh dari kehidupan modern. Akses listrik di sana sangat terbatas, belum lagi
sinyal dan akses internet. Namun, penduduk desa yang tinggal di sana masih bisa
hidup bahagia dengan sepenuhnya memenuhi keterbatasan tersebut. Prasetya sedari
kecil sudah memiliki cita-cita ingin menjadikan desanya bisa lebih maju. Ia
mulai berpikir paling tidak di desanya ada akses listrik yang mumpuni dan gratis
untuk seluruh masyarakat yang tinggal disana. Keinginan itu muncul ketika ia
pernah tak sengaja membaca selembar koran yang ia temukan di area sekolahnya.
Koran tersebut itu memang sudah benar sangat lusuh, sehingga ia semakin
bersemangat membangun desanya. Atas impiannya itu, Prasetya kemuaian belajar
sangat keras agar cita-citanya bisa memperoleh beasiswa untuk melanjutkan
pendidikan tinggi. Plas adalah nama panggilan SMA-nya, kemudian ia akhirnya
bersekolah di luar desa karena ingin mengejar dengan lebih layak. Dia bekerja
sambil bersekolah. Pada akhirnya, ia diterima di salah satu universitas besar di
Indonesia. Sejak itu, Prasetya telah belajar dengan giat dan memperoleh prestasi
dalam berbagai proyek penelitian yang dilakukan oleh para dosennya. Setelah
lulus dari perguruan tinggi tersebut, Plas akhirnya kembali ke desa dan mulai
mewujudkan mimpinya dengan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
sederhana. 3. Contoh Cerita Fiksi Sejarah Indonesia Merdeka Namaku Ridho, saat
itu usiaku masih 14 tahun. Tepatnya saat 17 Agustus 1945, bulan Ramadhan. Maka
aku, ayah dan adikku keluar tempat tinggal tanpa sarapan lantaran kami tengah
menjalankan ibadah puasa. Kami ketika itu yang keluar tempat tinggal sekitar jam
09.00 pagi, tetapi tidak tidak bisa karena jalanan yang sangat sepi. Sebetulnya
diriku sekarang sangat heran, namun aku membisu dan akan terus berjalan
mengikuti langkah ayahku. Ternyata, ayahku sudah membawa aku dan adikku menuju
suatu tempat di Jalan Pegangsaan Timur angka 70. Disana banyaknya orang
berkumpul, tentu saja itu membuat aku semakin bertanya-tanya apa yang sebenarnya
sedang terjadi. Disana juga ada sejumlah pemuda yang tengah berbaris rapi dan
terlihat tamu undangan yg duduk rapi berdasarkan kumpulan kursi yg sudah
disediakan. Sedangkan waktu keluar tempat berkumpul itu, ada pula warga
berdasarkan dari berbagai kalangan. Hampir semua warga yang berkumpul di tempat
itu membawa bambu runcing, sekop, parang, dan jenis alat lainnya yang bisa
dijadikan sebagai senjata. Semua benda dibawa oleh mereka seakan-akan mereka
ingin menunjukkan tekad mereka untuk berani meninggal demi bisa mempertahankan
kemerdekaan Indonesia. Waktu itu, kami berjalan mendekat ke daerah tempat itu,
maka semakin kentara terdengar seruan warga yg sedang berteriak “Sekarang, Bung,
Sekarang! Segera nyatakan dalam waktu ini, kini pula bung”. Tidak usang
kemudian, akhirnya berdasarkan tempat itu keluar 2 orang menggunakan kemeja
putih rapihnya. Salah satu orang yang keluar itu membawa secarik kertas dan
beliau sangat tegas, dia yg membacakan isi berdasarkan kertas isinya pernyataan
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Mendengar bacaan teks Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia itu diriku sangat terharu. Di usiaku yang ke 14 tahun ikut dan sebagai
saksi bahwa negara tercinta sudah merdeka. 4. Contoh Cerita Fiksi Ilmiah Lorong
Waktu Saat aku mulai merasa tidak puas dengan diriku, maka akan cenderung
mencoba dan menciptakan hal baru. Sesuatu yang memang sebelumnya belum pernah
aku lakukan sama sekali. Sebenarnya tidak ada satu hal pun yang aku ketahui
tentang seberapa kerasnya keinginanku untuk belajar dan bekerja saat menciptakan
hal tersebut. Sebuah bentuk teknologi yang nantinya dapat mengubah dunia yang
menakjubkan, kemudian aku beri nama “lorong waktu”. Seperti namanya, benda itu
adalah lorong berbentuk panjang yang dapat dilewati. Tapi, jangan salah sangka
dulu, bentuk lorong tersebut bukanlah lorong atau bentuk jembatan biasa.
Melainkan sebuah bentuk lorong waktu yang dapat menjelajah dan menuju masa lalu,
bahkan masa depan. Itulah sebabnya, aku bisa tahu apa yang akan terjadi nanti di
masa depan. Sampai saat ini hanya aku saja yang bisa menggunakan dan
melewatinya. Tak ada seorangpun yang tahu, apalagi bisa melewati dan berjalan di
lorong waktu ini. 5. Contoh Cerita Fiksi Cerita Rakyat Sangkuriang Pada zaman
dahulu, ada sebuah cerita tentang seorang putri dari Jawa Barat bernama Dayang
Sumbi. Dia memiliki seorang putra bernama Sangkuriang. Suatu hari, Sangkuriang
sedang berburu dengan kapal tundanya. Sangkurian juga tidak mengetahui bahwa
sang anjing itu adalah titisan dari Parlemen dan ayahnya. Saat itu, Tumang tidak
mau menuruti perintah pertandingan dengan São Courier. Kemudian Tumanga didorong
ke dalam hutan. Kemudian, Sangkuriang kembali ke istana dan memberitahu ibunya.
Kemudian Dayang Sumbi tiba-tiba marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan
sendok di tangannya. Sangkuriang tersinggung dan kecewa dengan perlakuan ibunya
dan memutuskan untuk mengembara. Setelah kejadian itu, ibunya merasa kasihan
padanya. Lalu sang ibu selalu berdoa dan bertapa. Suatu ketika akhirnya para
dewa memberi mukzizat dengan memberinya kecantikan yang abadi. Setelah bertahun
tahun mengembara, Sangkuriang kemudian berniat untuk kembali ke istana, yakni ke
tanah airnya sendiri. Namun. rupanya keadaan kerajaan sudah berbeda dan telah
berubah total sejak kepergian Sangkuriang dahulu. Sampai akhirnya ia bertemu
gadis cantik dan sangat mempesona, yang ternyata adalah dayang sumbi (ibunya
sendiri). Atas kecantikannya, Sangkurian pun terpesona dan segera melamarnya.
Suatu hari, Sangkuriang mengucapkan selamat tinggal pada perburuan dan
memintanya untuk memangkas rambut calon suaminya. Namun, Dayang Sumbing terkejut
karena menemukan bahwa bekas luka di kepalanya identik dengan bekas luka
putranya, dan ketika dia mengamatinya, itu sangat mirip. Setelah itu, Dayang
Sumbing mencari cara untuk mengakhiri pernikahannya. Jika Ia ingin mengubur
kisah tragisnya dengan sang anak, maka harus mengarungi sungai Citarum dan
membuat penyeberangan sungai besar harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang mengerjakan hal tersebut tidak sendiri, namun di bantu oleh para
makhluk ghaib. Rupanya Dayang Sumbing mengintip atas pekerjaan Sangkuriang yang
hampir selesai. Kemudian Dia memperintahkan pasukannya untuk menggelar kain
merah di sebelah timur kota agar terlihat terang. Melihat hal itu Sangkuriang
mengira hari sudah pagi dan ia pun marah besar. Ia pun menendang sampan
buatannya tersebut dengan kekuatannya hingga sampan raksasa tersebut tiba di
sebuah gunung yang akhirnya gunung tersebut diberi nama tangkuban perahu.
Komentar
Posting Komentar